Tinjau Karangligar Terendam Banjir, Pipik Taufik Ismail Minta Bendungan Jadi Prioritas Nasional
Karawangexpres.web.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail, S.Sos., M.M., meninjau langsung wilayah Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, yang kembali terdampak banjir tahunan Pada hari Sabtu (24/01/2026) siang.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus komitmen wakil rakyat dalam mendorong solusi permanen penanggulangan banjir yang telah berlangsung puluhan tahun.
Dalam kunjungan itu, Pipik Taufik Ismail hadir bersama anggota DPRD Kabupaten Karawang Fraksi PDI Perjuangan serta Ketua DPC PDI Perjuangan Karawang, Dede Anwar Hidayat SH.,MH. Mereka menyusuri pemukiman warga yang tergenang, berdialog langsung dengan masyarakat, serta menyerap aspirasi terkait dampak banjir yang terus berulang setiap musim hujan.
Pipik menegaskan bahwa banjir di Karangligar bukan persoalan baru. Selama kurang lebih 25 tahun, warga setempat hidup berdampingan dengan ancaman banjir akibat luapan Sungai Cibeet dan Cijuray. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan dari pemerintah pusat maupun daerah.
“Ini bukan sekadar bencana musiman, tetapi masalah struktural yang harus diselesaikan secara permanen. Salah satu kunci utamanya adalah percepatan pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijuray,” ujar Pipik di sela-sela kunjungan.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagai legislator provinsi, pihaknya terus mendorong agar pemerintah pusat tidak melakukan realokasi anggaran yang dapat menghambat pembangunan bendungan tersebut. Menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan program strategis yang menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami meminta agar pembangunan bendungan menjadi prioritas nasional dalam penanggulangan bencana. Anggaran untuk bendungan jangan sampai ditahan atau dialihkan, karena dampaknya langsung dirasakan oleh rakyat,” tegasnya.
Selain pembangunan bendungan, Pipik juga menyoroti rencana relokasi warga di wilayah langganan banjir. Ia menekankan bahwa relokasi harus dilakukan secara matang, humanis, dan berpihak kepada masyarakat, dengan menjamin kehidupan yang lebih layak bagi warga terdampak.
Kunjungan tersebut disambut positif oleh masyarakat Karangligar. Warga berharap kehadiran para wakil rakyat dapat membawa perubahan nyata dan menjadi jembatan aspirasi agar persoalan banjir yang telah berlangsung puluhan tahun segera mendapatkan solusi tuntas.
(redaksi)

.jpg)

Komentar
Posting Komentar